G2RT MU – EMAS (KmE1): INOVASI MODEL G2RT MU LP UMKM PWM DIY UNTUK USIA EMAS PERTAMA DI INDONESIA
30 Jan 2026 | MP UMKM DIY
Pada hari Rabu, tanggal 02 Juli 2025, bertempat di Masjid K.H. Sudja, LAZISMU PKU Muhammadiyah bersama dengan RS PKU Gamping dan Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil Menengah (LP UMKM) Muhammadiyah menggelar Seminar Masa Persiapan Pensiun (MPP) Tahap 2 yang bertajuk Inkubasi Entrepreneur PKU Muhammadiyah. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua (2) hari ini diikuti oleh 20 karyawan dari RS PKU Muhammadiyah Gamping yang telah memasuki masa pension (usia emas). Kegiatan ini merupakan persiapan pensiun para karyawan RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Pada kesempatan tersebut sesi dibuka oleh Juang Kurniawan S, M.Pd.B.I selaku Ketua Bidang Industri Mikro & Kecil, LP UMKM PWM DIY; sekaligus Kepala Lembaga Kemahasiswaan & Alumni UPY; yang juga Anggota Komtek 03 – 13 SNI G2RT. Berlanjut pada sesi materi oleh Rika Fatimah P.L., ST, M.Sc., Ph.D selaku Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur; Wakil Ketua Komtek 03 – 13 SNI G2RT; yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM); dan pengurus Bidang Industri Mikro & Kecil, LP UMKM PWM DIY, berkesempatan untuk menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Rika Fatimah dalam paparannya yang berjudul “G2RT MU – EMAS (KmE): Manajemen Ikonik (Visioner) Bisnis (& Legalitas)” menyampaikan bahwa ruh ekonomi Indonesia yakni Ekonomi Pancasila, yang memiliki 5 prinsip visioner utama dalm berkegiatan ekonomi yang pula tercermin dari kelima sila nya.
Visioner adalah kemampuan untuk menciptakan dan mengartikulasikan sebuah visi yang realistis, kredibel, dan mendorong para pengikutnya untuk tumbuh dan berkembang menuju masa depan. Masa depan yang dimaksud bukan hanya satu tahun atau dua tahun ke depan, namun beyond kemampuan manusia untuk ‘mengatur’ salah satunya untuk masa depan anak cucu kita. “Orang yang visioner itu berarti orang yang selalu berdoa … tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk pasangan, anak, orang tua, juga masyarakat sekitar…sikap visioner ini merupakan investasi jangka panjang pada seseorang untuk memunculkan sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta’ala kepada Allah SAW…’ ,” tutur Rika Fatimah. Rika melanjutkan sikap ini sejalan dengan peribahasa Jawa alon alon waton kelakon yang memiliki arti tindakan yang sabar, tidak terburu-buru atau tergesa-gesa, dan disertai dengan pemikiran yang masak ‘….yaitu tindakan penuh kesadaran dengan perencanaan matang dan bukan pemikiran yang lamban seperti yang kerap difahamkan di masyarakat luas…’. Sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta’ala dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berwirausaha akan mengajarkan seseorang untuk selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Sang Pencipta, karena bentuk rezeki tidak hanya terbatas pada finansial, namun juga dapat berbentuk kelapangan dan kemudahan dalam berkehidupa. Sejatinya tindakan tersebut tidak hanya dilakukan oleh usia produktif namun juga oleh masyarakat usia emas (senior citizen).
Pada kesempatan tersebut sesi dibuka oleh Juang Kurniawan S, M.Pd.B.I selaku Ketua Bidang Industri Mikro & Kecil, LP UMKM PWM DIY; sekaligus Kepala Lembaga Kemahasiswaan & Alumni UPY; yang juga Anggota Komtek 03 – 13 SNI G2RT. Berlanjut pada sesi materi oleh Rika Fatimah P.L., ST, M.Sc., Ph.D selaku Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur; Wakil Ketua Komtek 03 – 13 SNI G2RT; yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM); dan pengurus Bidang Industri Mikro & Kecil, LP UMKM PWM DIY, berkesempatan untuk menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Rika Fatimah dalam paparannya yang berjudul “G2RT MU – EMAS (KmE): Manajemen Ikonik (Visioner) Bisnis (& Legalitas)” menyampaikan bahwa ruh ekonomi Indonesia yakni Ekonomi Pancasila, yang memiliki 5 prinsip visioner utama dalm berkegiatan ekonomi yang pula tercermin dari kelima sila nya.
Visioner adalah kemampuan untuk menciptakan dan mengartikulasikan sebuah visi yang realistis, kredibel, dan mendorong para pengikutnya untuk tumbuh dan berkembang menuju masa depan. Masa depan yang dimaksud bukan hanya satu tahun atau dua tahun ke depan, namun beyond kemampuan manusia untuk ‘mengatur’ salah satunya untuk masa depan anak cucu kita. “Orang yang visioner itu berarti orang yang selalu berdoa … tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk pasangan, anak, orang tua, juga masyarakat sekitar…sikap visioner ini merupakan investasi jangka panjang pada seseorang untuk memunculkan sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta’ala kepada Allah SAW…’ ,” tutur Rika Fatimah. Rika melanjutkan sikap ini sejalan dengan peribahasa Jawa alon alon waton kelakon yang memiliki arti tindakan yang sabar, tidak terburu-buru atau tergesa-gesa, dan disertai dengan pemikiran yang masak ‘….yaitu tindakan penuh kesadaran dengan perencanaan matang dan bukan pemikiran yang lamban seperti yang kerap difahamkan di masyarakat luas…’. Sifat ikhlas, pasrah, dan Lillahi Ta’ala dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berwirausaha akan mengajarkan seseorang untuk selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Sang Pencipta, karena bentuk rezeki tidak hanya terbatas pada finansial, namun juga dapat berbentuk kelapangan dan kemudahan dalam berkehidupa. Sejatinya tindakan tersebut tidak hanya dilakukan oleh usia produktif namun juga oleh masyarakat usia emas (senior citizen).